Bersama
Jakarta
Maju

Prabowo Gibran

Wagub DKI soal Testing Masif: Sepekan Tes PCR 82.392 Orang

Jakarta – DKI Jakarta memiliki catatan jumlah pasien Covid-19 tertinggi di Indonesia. Data ini bukan catatan buruk, melainkan sebagai bentuk keterbukaan yang dapat menjadi modal penanganan Covid-19 di ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui penanganan Covid-19 di Jakarta tidak enteng. Provinsi ini memegang rekor tertinggi angka positif Covid-19. Hal ini bisa dimaklumi mengingat tingginya interaksi di ibu kota.

“Kenapa berat karena Jakarta adalah ibu kota. Kalau ibu kota itu, ya tempat kumpul semuanya,” ucap dia ketika bincang-bincang “Nafas Panjang Penanganan Covid-19” yang dilakukan di Media Center #SatgasCovid19 di Graha BNPB, Jakarta pada Jumat lalu (18/12).

Paling tidak ada tiga karakter Jakarta yang mempersulit penanganan Covid-19. Pertama, Jakarta adalah tempat mendarat orang-orang dari luar negeri. Pejabat maupun pengusaha melakukan aktivitas padat di Jakarta.

Kedua, orang-orang dari daerah pun memiliki mobilitas yang sama di Jakarta. Berbagai urusan mereka lakukan di ibu kota.

Ketiga, banyak pekerja Jakarta berasal dari kota/kabupaten sekitar, seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Depok. Mobilitas yang mereka lakukan dari rumah ke tempat kerja rentan meningkatkan penularan.

“Ya mohon maaf, beberapa daerah itu tidak sedisiplin di Jakarta dalam penggunaan masker. Dari awal itu tantangan tidak mudah. Itu yang pertama, tantangan keluar masuk orang,” jelasnya.

Tantangan ini mendorong Pemprov DKI melakukan testing masif untuk mendeteksi penularan. Menurut Riza deteksi masif inilah yang membuat angka penularan Jakarta terlihat lebih tinggi dibanding daerah lain.

Testing di Jakarta, kata dia, mematok target per hari 10 ribu. Sekarang rata-rata tes swab harian mencapai 7-9 ribu.

“Sepekan terakhir ini 82.392 testing PCR yang kami lakukan. Kami delapan kali lebih tinggi dari standar yang diminta WHO. Ini yang dilihat, kenapa di Jakarta ini angkanya lebih tinggi,” akunya.

Kebijakan tes masif ini dinilainya paling efektif untuk memastikan penanganan karena titik-titik rawan akan terdeteksi lebih jelas. Selain itu testing merupakan bagian dari kewajiban 3T (testing, tracing, dan treatment) yang harus dilakukan pemerintah.

Menurutnya apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta merupakan upaya terbuka yang ampuh menangani Covid-19, terbukti tingkat kesembuhannya tinggi, yakni 90,3 persen dan angka kematiannya terus turun 1,9 persen.

Ia mencatat beberapa provinsi dan kabupaten/kota justru menutupi data positif Covid-19. “Bagi kami lebih baik kami terbuka dan jujur lalu kita atasi. Jangan ngumpet diam-diam,” ucap dia.

Sumber: CNNIndonesia[dot]com

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *