Bersama
Jakarta
Maju

Prabowo Gibran

Hadiri Reuni RISDA, Berbagi Kisah Bill Gates

Jakarta – Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ariza Patria menghadiri reuni Remaja Masjid Al Huda (RISDA) di RT 4 RW 3, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (17/10). Menginspirasi, dia berbagi kisah Bill Gates mengenai nilai kebaikan kepada sesama.

“Saya sungguh sangat senang dan gembira bisa hadir bersama-sama bapak ibu semua. Apalagi di masa pandemi ini, ketika kita butuh saling menguatkan dan membantu,” ucap Ariza saat menyampaikan sambutan.

Dia menyampaikan sedikit cerita terkait ajakan saling membantu yang juga sangat ditekankan dalam ajaran agama. Kisah itu datang dari Bill Gates, yang dikenal sebagai orang terkaya di dunia.

“Suatu hari Gates pernah ditanya, adakah orang yang lebih kaya dari dirimu? Gates menjawab, ada, dan itu hanya satu orang. Yaitu seorang pria berkulit hitam di Bandara New York yang memberinya koran gratis,” ucap Ariza.

Dia melanjutkan, ketika pergi ke Bandara New York, Gates ingin membaca surat kabar setempat, tapi tidak memiliki cukup uang. Tiba-tiba seorang pria kulit hitam memanggil, dan mengatakan, “Koran ini untuk Anda.”

“Tapi uangku tidak cukup, jawab Gates. Tidak masalah, aku memberimu gratis, jawab lelaki itu,” sambung Ariza.

Setelah tiga bulan berselang, Gates pergi lagi ke Bandara New York. Secara kebetulan pertemuan terjadi lagi, pemuda yang sama memberi koran gratis. Bill Gates menjawab tak bisa menerimanya. Lalu Gates berkata, “Aku akan memberimu keuntungan dari apa yang telah aku dapatkan.”

“Setelah 19 tahun, Gates jadi kaya kaya-raya, memutuskan mencari anak muda itu. Gates menemukannya setelah setengah bulan mencari. Dia bertanya padanya, Kau kenal Aku?”. Dia bilang ya, kau terkenal Bill Gates. Gates mengatakan beberapa tahun lalu Kau memberiku surat kabar gratis, dua kali. Sekarang, aku ingin mengimbangimu. Aku akan memberikan semua yang kauinginkan,” papar Ariza.

Pemuda itu menjawab, “Anda tidak dapat mengimbangiku!.” Bill Gates bertanya, “mengapa?” Pemuda itu berkata, ”Karena aku memberimu ketika miskin, sedangkan Anda ingin memberi saya ketika sudah kaya? Jadi, bagaimana Anda bisa mengimbangiku?”

“Pesan moral kisah ini, kita tidak harus menunggu kaya untuk sekadar memberi. Karena jauh lebih berbahagia mengasih daripada menerima. Teruslah berbuat baik. Karena sekecil apapun keharuman pasti akan kembali pada dirimu. Ingat, tak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan itu sendiri,” ungkap suami dari Ellisa Sumarlin itu. (arizapatria.id)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *