Bersama
Jakarta
Maju

Prabowo Gibran

Gubernur Kepri Berulah, Rombongan Komisi II DPR RI Marah Besar

Batam, ahmadrizapatria.com – Sejumlah anggota Komisi II DPR marah besar. Mereka membatalkan agenda rapat dengar pendapat dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang sedianya digelar di Graha Kepri, Batam, Senin (30/10). Penyebabnya, Nurdin datang terlambat dalam pertemuan tersebut.

Kekesalan para wakil rakyat itu bukan tanpa alasan. Mereka menyebut, selain datang terlambat, Nurdin dua kali menunda jadwal pertemuan, kemarin.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria, mengatakan awalnya rapat tersebut diagendakan pukul 09.00 WIB. Namun karena alasan sibuk, Gubernur meminta rapat ditunda pada pukul 13.00 WIB.

Namun sebelum pukul 13.00 WIB, pihak protokol Pemprov Kepri kembali meminta agar rapat ditunda pada pukul 13.30 WIB. Menurut Riza, anggota Komisi II tetap mengalah dan menyesuaikan jadwal Nurdin.

“Tapi ternyata hingga setengah tiga (sore) Gubernur tak juga muncul,” kata Riza dengan nada kesal, kemarin.

Riza mengatakan, pihaknya sudah menyusun rencana rapat tersebut jauh-jauh hari. Bahkan pihak Komisi II DPR sudah melayangkan surat ke Pemprov Kepri sejak 10 hari lalu.

Kemarin, karena agenda rapat ditunda, rombongan Komisi II DPR menyempatkan diri berkunjung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam di Sekupang. Sekitar pukul 12.30, mereka meninggalkan BPN dan langsung menuju Graha Kepri di Batamcenter untuk rapat dengan Gubernur.

“Sampai setengah tiga Gubernur tak juga hadir. Karena itu kami putuskan untuk pergi dari sana dan membatalkan rapat dengan Gubernur,” ungkap Riza saat ditemui di kantor Ombudsaman Kepri, Batamcenter, kemarin.

Riza merasa tak dihargai, karena tak adanya kejelasan waktu rapat. Jangankan Gubernur, Sekda Kepri saja tak ada dalam rapat tersebut.

“Ini tak bisa dijadikan contoh teladan. Kami saja Komisi II tak diperhatikan, bagaimana dengan masyarakat luas. Padahal maksud kami ke sini untuk membantu, bukan minta bantuan,” tegas Riza.

Kata Riza, rapat tersebut mengagendakan pembahasan seputar keluhan yang dihadapi Pemprov Kepri di sektor pelayanan. Riza mengklaim pihaknya membawa serta 14 mitra kerja yang terkait dengan bidang pelayanan. Makanya ia kesal karena Gubernur dinilai tidak menghargai keseriusan Komisi II tersebut.

Saking kesalnya, Riza berniat melaporkan sikap Gubernur Kepri itu ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Dan kejadian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya Komisi IX DPR RI juga diperlakukan sama,” ujar Riza.

Anggota Komisi II DPR dari Kepri, Sarwendah, membenarkan kejadian serupa saat kunjungan Komisi IX ke Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Namun Gubernur tak hadir menemui rombongan Komisi IX.

“Setengah jam kami menunggu ternyata Sekda Kepri datang, namun sayangnya beliau tak memperkenalkan diri, sehingga kami memutuskan untuk pulang juga,” jelas Sarwendah.

Menurut dia, rombongan Komisi II DPR RI terpaksa membatalkan rapat yang molor tersebut. Sebab, kalau dilanjutkan dipastikan tak akan maksimal karena buru-buru dikejar waktu.

“Percuma kalau tadi dilanjut, hasilnya juga pasti tak bagus,” imbuh Sarwendah.

Sementara Dwi Ria Latifa yang juga anggota Komisi II DPR dari Kepri berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran ke depannya. Apalagi kejadian serupa sudah berulang kali terjadi.

“Tolong hargai juga waktu kami. Kami ke sini bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk kerja juga demi kepentingan masyarakat. Jadi tolong disiplin waktu,” pinta Ria.

“Kejadian ini tak bisa ditoleransi lagi, sebab sudah berulang kali. Ini pastinya jadi catatan buruk,” imbuhnya.

Bahkan, menurut Ria, ada banyak hal yang akan dibahas saat pertemuan dengan Gubernur. Di antaranya persoalan e-KTP, pelayanan publik, hubungan Pemko dan BP Batam, dan lainnya.

“Banyak yang ingin kami bahas dan ini tak bisa dibahas secara buru-buru. Tapi sebelum dibahas, kejadian seperti ini. Bagaimana pemerintah bisa memberi pelayanan lebih baik, kalau dari segi waktu saja mereka sendiri tak disiplin,” ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Saat anggota Komisi II meninggalkan Graha Kepri kemarin sekitar pukul 14.30 WIB, sebenarnya Gubernur Kepri Nurdin Basirun sudah tiba di lokasi. Namun saat itu seluruh rombongan dari Komisi II DPR sudah naik bus. Sehingga mereka enggan turun kembali dan memilih meninggalkan Graha Kepri.

Kepala Bagian Humas Pemprov Kepri, Zulkifli, mengatakan Gubernur Nurdin terlambat 40 menit dari jadwal yang sudah ditetapkan karena sebelumnya menghadiri rapat rutin tiap Senin dengan seluruh organisasi perangkat daerah, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan APBD bersama kepala Bappeda di Tanjungpinang. Setelah itu, barulah berangkat ke Batam.

“Perjalanan dari Punggur ke Graha Kepri juga makan waktu karena Gubernur terbiasa tidak pakai patwal. Tidak ada maksud kami melecehkan anggota DPR. Secara pribadi, Gubernur mohon maaf atas kejadian ini,” ujarnya.

Sumber: Batam Pos

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *