Bersama
Jakarta
Maju

Prabowo Gibran

Anies dan Ariza Jelaskan Ukuran, Target, dan Persiapan Pengendalian Banjir Tahun 2021

Jakarta – Memasuki musim hujan tahun 2021, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai kebanjiran pertanyaan mengenai upaya pengendalian banjir. Ada ukuran dan target. Selain itu, seluruh petugas dari instansi terkait sudah dipersiapkan untuk bekerja dengan sebaik mungkin. Demikian pula bantuan bagi warga, khususnya yang potensial terdampak.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, banjir erat kaitannya dengan volume air hujan dan volume aliran sungai. Pemprov DKI Jakarta menetapkan target, bila volume hujan di atas 100 mm per hari, dilakukan pemompaan hingga genangan atau banjir surut sepenuhnya dalam waktu enam jam.

“Kalau di bawah 100 mm hujannya, seharusnya tidak terjadi banjir, (kalau terjadi banjir) artinya ada sesuatu yang salah di dalam manajemen. Begitu juga dengan aliran sungai. Kalau aliran sungai sudah kembali kepada titik normal, maka dalam enam jam sesudahnya. Kalau aliran sungai tidak turun-turun, otomatis banjir terus terjadi,” jelasnya ketika diwawancarai wartawan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (2/11).

Gubernur menekankan, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan pengendalian dengan target dan evaluasi untuk mengetahui apa yang membuat sebuah target tercapai dan apa yang membuat sebuah target tidak tercapai dalam rangka perbaikan terus-menerus.

“Baru mulai satu tahun ini kami menggunakan ukuran di dalam penanganan banjir. Targetnya dua. Satu tidak boleh ada korban jiwa. Dua sesudah kembali di garis normal, sesudah itu dalam enam jam (surut). Tapi kalau belum kembali, ya masih terus terjadi genangan. Sama seperti air 100 mm per hari, bila di atas itu otomatis terjadi genangan. Di bawah itu harus cepat. Nanti kita akan evaluasi,” sambungnya.

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ariza Patria menambahkan, berbagai regulasi sudah disusun, diputuskan, informasikan, dan disosialisasikan kepada seluruh instansi terkait juga warga Jakarta melalui berbagai media komunikasi milik Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta sudah membagi tugas seluruh instansi terkait. Tidak hanya di internal, tetapi juga jajaran vertikal, jajaran horizontal bahkan seluruh organisasi, LSM, dan sebagainya.

Ariza melanjutkan, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus mengupayakan pencegahan, penanganan, dan pengendalian banjir, khususnya di daerah- daerah yang berpotensi terjadi genangan atau banjir sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

“Semua telah kami siapkan. Bahkan logistik, tempat-tempat pengungsian, juga warga kami minta menyiapkan perlengkapan seperti senter, kemudian kami juga menyiapkan (alat) seperti tangga dan sebagainya. Kami juga sudah menyiapkan sistem early warning dan juga sistem pengetahuan pengendalian banjir dan alat ukur curah hujan di 267 kelurahan,” ungkapnya.

Namun begitu, yang tak kalah penting adalah dukungan dan kesiapan warga. Ariza mengungkapkan intensitas hujan diprediksi akan tinggi oleh BMKG, yang paling dekat dalam tiga hari kedepan.

“Jadi mohon kesiapan semua. Seluruh warga, apalagi ini di masa pandemi. Di masa pandemi, kalau hujan lebat itu penularan bisa lebih cepat. Untuk itu kami minta masyarakat, apalagi di daerah yang berpotensi terjadi genangan dan banjir untuk tetap berada di rumah dan melaksanakan protokol kesehatan,” sambungnya.

Mengenai persiapan bantuan bagi korban banjir, Ariza memastikan BPBD Provinsi DKI Jakarta terus bekerja menyiapkan makanan siap saji, obat-obatan, sampai dengan popok bayi. (arizapatria.id)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *